Dia... Adalah orang yang lurus-lurus saja, tidak pernah ingin berbelok ke kiri atau ke kanan, dia hanya ingin terus melangkah menuju harapannya. Dia orang yang pantang menyerah. Namun, suatu hari saat batu besar yang tajam ada di depannya, dia berfikir untuk berhenti melangkah. Dia bertarung dengan pikirannya sendiri, dengan hujan air mata di mata indahnya. “Tuhan, kenapa engkau tidak ciptakan aku di tempat lain, bukan disini?” Dia pun menjawabnya sendiri, “Dimanapun aku hidup baik di negara, kota, lingkungan, rumah, atau keluarga lain aku pasti akan mengalami ini”. Dia kembali bertanya “Tuhan,, kenapa aku jadi manusia? Kenapa engkau tidak ciptakan saja aku sebagai air?. Mengalir bebas, memberikan kesegaran, dan menjadi harapan di kala kekeringan”. Dia terus berfikir, “Aku tidak ingin menjadi air, jika aku mengalir ke tempat yang kotor aku tidak akan menjadi harapan, aku tidak akan memberikan kesegaran tapi aku akan di jauhi, dibuang bahkan dibenci”. Sekali lagi dia bertanya, “Tuhan, kenapa engkau tidak jadikan saja aku sebagai burung? Terbang bebas melanglang buana? Melihat ciptaanmu yang indah dari kejauhan langit sana”. Sejenak dia berhenti berfikir... “Jangan tuhan, jangan jadikan aku burung. Aku tidak ingin mati mengenaskan ditembak para pemburu liar, aku tidak ingin kedinginan dalam hujan yang lebat”. Dia terus saja mengaduk2 pikirannya, “Kenapa engkau tidak ciptakan aku sebagai kucing saja tuhan? Menjadi binatang yang lucu, disayang, dan tanpa beban. Hanya makan dan tidur”. “Tidak,, apa jadinya kalau aku menjadi kucing jalanan? Aku pasti akan menjadi kucing gelandangan, dekil, kekurangan makan, kurus, dan tidak akan mempunyai bulu2 yang indah”. Seperti itulah dia menjawabnya sendiri. Air matanya kembali menetes dan dia berkata, “Aku ingin kembali ke pelukanmu tuhan, aku ingin ada disampingmu, aku tidak ingin ada disini”. Tiba-tiba dia menangis kencang dengan air mata yang semakin bercucuran, “Tuhan.. maafkan aku, telah berusaha untuk melampaui kuasamu, inilah aku cipataanmu yang terbaik dari sekian banyak rancangan yang aku pikirkan. Yaitu sebagai manusia ciptaanmu yang paling sempurna. Maafkan aku tuhan, Ampuni aku.
Kamis, 03 Januari 2013
Manusia di Persimpangan
Langganan:
Postingan (Atom)