Kamis, 15 November 2012

Inspiration of 1 st Muharram 1434H

Hanya ingin berbagi,,
ada doa yang entah bagaimana caranya saat saya merasa tidak enak badan (bahasa gaulnya: galau), saya akan ambil wudhu', lalu mencoba mencari obatnya dengan membaca Al Qur'an secara acak, tanpa menentukan surat dan ayat berapa yang ingin saya baca, SUBHANALLOH ayat dari QS. Al Ahqaf ayat 15 ini sebagai kerap menjadi ayat pertama yang saya baca saat membuka Al Qur'an:
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15)
Lalu dua keywords: Syukur dan Sabar seolah menjadi vitamin pengusir rasa tidak enak badan saya serta menjadi doping semangat saya. Dan teringat salah satu nasehat Alm. Bapak: kunci pembuka lemari nikmat itu bernama syukur dan sabar. Artinya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar dan memberikan batas pada kesabaran, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar pula.
Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula akan dapat mengikat nikmat yang ada dan mengundang nikmat yang lebih besar yang belum ada sesuai dengan janji ALLOH SWT: "dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim[14]:7)
Sabar memang tak mengenal batas. Memang berat menjalaninya, tapi tentu jadi kesalahan fatal jika menempatkan kepentingan diri sendiri sebagai pusat, sebagai yg utama dalam mengambil keputusan. Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas mengatakan: kalau anda ingin sukses, maka bersyukurlah lebih keras! Semoga kita selalu istiqomah, mampu mengupgrade rasa syukur dan tidak memberikan batas pada kesabaran...InsyaALLOH (^^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar